Salah satu cara membuat si kecil selalu dekat dengan Anda adalah menggendongnya dengan kain gendongan. Selain menjaga kedekatan, kain gendongan juga menciptakan kehangatan untuk si kecil.
Dulu kain gendongan hanya berbentuk selembar kain lebar yang diikatkan di bagian leher. Seiring dengan perkembangan waktu, kain gendong mengalami perubahan. Saat ini toko atau butik sudah menyediakan kain gendongan yang lebih praktis dan trendi. Dengan kain gendongan ini, Anda bisa tetap melakukan aktivitas lain sembari menggendong si kecil.
Namun, sudahkah Anda memerhatikan segi kesehatan dan keamanan dalam memilih kain gendongan yang cocok untuk si kecil? Coba perhatikan hal-hal berikut:
* Pertimbangkan usia
Kain gendongan hanya bisa digunakan untuk bayi dengan usia minimal 4 bulan. The Consumer Product Safety Commission (CPSC) menyatakan bahwa bayi yang lahir prematur, kembar, memiliki gangguan fungsi jantung, dan berat badan lahir rendah tidak disarankan untuk digendong menggunakan kain gendongan.
* Gerak dan respons tubuh
Bayi boleh menggunakan kain gendong jika setidaknya sudah bisa menggerakkan atau mengangkat kepalanya sendiri. Mengapa? Sebab, kain gendongan memiliki bentuk yang lentur. Kain ini bisa menekan dan mendesak bagian wajah dan leher si kecil sehingga akhirnya mereka tidak bisa bernapas dengan leluasa. Pada akhirnya mereka akan sulit bernapas.
Perlu Anda ingat, bayi belum memiliki otot leher yang kuat untuk menopang kepalanya sehingga bentuk tubuhnya akan mengerut dan menghalangi jalannya udara.
Nah, bayi yang sudah bisa mengangkat kepalanya akan terhindar dari hal ini.
* Menggunakan kain ayunan
Alternatif lain adalah menggunakan kain ayunan untuk menidurkan bayi. Namun, cara ini tidak 100 persen aman. Kain ayunan biasanya memiliki besi penghubung yang bisa menyebabkan kecelakaan. Tahun 2008, di Amerika sering terjadi besi aluminium penghubung tali ayunan bengkok dan patah, dan menyebabkan bayi terjatuh.
Anda sebagai orangtua harus cermat memilih peralatan untuk bayi. Selain itu, perhatikan juga gerakan dan wajah bayi saat menggunakan kain gendong atau kain ayunan. Jika Anda tidak melihat ada gerakan pada tangan atau kaki maka segera periksa. Bayi yang normal, meskipun tertidur, akan sesekali menggerakkan tangan atau kakinya.
Pertanda lain adalah warna kemerahan dan kebiruan yang ada di sekitar wajah. Ketika bayi tercekik atau tidak bisa bernapas, bibir dan mulutnya akan berwarna merah kebiruan.
Category:
kain gendongan
| 0 Comments

0 comments to “Kapan Si Kecil Boleh Pakai Kain Gendongan?”